Photobucket

Berpikir Positif Dan Optimis

Kebanyakan orang lebih gampang berpikir negatif dari pada mencoba untuk berpikir positif. Padahal pikiran negatif dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Mulailah belajar berpikir positif demi kesehatan.

Beberapa studi menunjukkan bahwa kepribadian optimisme dan pesimisme banyak berpengaruh pada kesehatan, proses penyembuhan penyakit dan kesejahteraan. Berpikir positif juga merupakan bagian penting dari manajemen stres yang efektif.

Berpikir positif tidak berarti seseorang harus selalu menyembunyikan kepala di dalam pasir dan mengabaikan situasi hidup yang kurang menyenangkan. Tetapi cukup dengan cara menghadapi hal yang tidak menyenangkan tersebut secara lebih positif dan produktif.

Mulailah berpikir dengan logika dan beralasan karena seringkali kesalahpahaman yang terjadi akibat kurangnya informasi.

Jika pikiran yang berjalan di kepala seseorang kebanyakan negatif, pandangannya terhadap kehidupan lebih mungkin pesimis. Dan kebalikannya, jika seseorang selalu berpikir positif maka ia akan cenderung optimis.

Manfaat kesehatan dari berpikir positif seperti dilansir Mayoclinic, meliputi:

1. Meningkatkan usia harapan hidup
2. Menurunkan tingkat depresi
3. Menurunkan tingkat stres
4. Memiliki efek perlawanan terhadap flu
5. Efek psikologis dan kesejahteraan fisik yang lebih baik
6. Mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler
7. Dapat memberikan kemampuan dan keterampilan yang baik untuk menghadapi stres.

Satu teori menyebutkan bahwa memiliki pandangan yang positif memungkinkan seseorang untuk mengatasi situasi stres dengan lebih baik, yang akhirnya dapat mengurangi efek kesehatan berbahaya dari stres pada tubuh.

Orang-orang yang berpikiran positif dan optimistis juga cenderung menjalani gaya hidup sehat dengan lebih banyak aktivitas fisik, mengikuti diet sehat, dan mengurangi tingkat merokok dan konsumsi alkohol.

Mulailah membuang pikiran-pikiran negatif dari kepala Anda, membuka diri untuk humor, persahabatan, dan cinta serta memperkuat keyakinan atau kepercayaan spiritual.


Keikhlasan dan Kesabaran Tidak Ada Batasnya

Bertemu dengan sosok sederhana yang tabah dan kuat dalam hidup, pasti akan memberikan kesan tersendiri. apalagi jika mendengar keseharian dan perjuangannya dalam menjadi tulang punggung keluarga. itulah bu sumina, seorang ibu yang memilih profesi tukang parkir sebagai penyangga periuk nasi keluarganya.

Kata kata dan nasehat yang sederhana namun dalam dan penuh makna, disuguhkan sebagai hasil dari pengalamannya yang jelas jelas sangat fasih dengan hal yang bernama kemiskinan. Namun, Subhanallah, kesemua itu tidaklah mengubah pendiriannya untuk tetap berada pada jalan yang lurus. " Dulu saya pernah ditawari menjadi PSK, banyak yang menawari saya, tapi saya tidak mau. Saya masih punya malu sama Allah. Saya memang tidak punya kemampuan seperti orang yang pintar lainnya, bisa saya hanya ini. ya saya lakukan, yang penting anak anak bisa sekolah" Ujar ibu yang sudah hampir 8 tahun menjadi tukang parkir ini.

Keteguhan dan keikhlasannya pun tidak hanya sampai disitu, Bu Sumina yang mengaku masih banyak kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, bahkan masih "menyempatkan" diri untuk mengasuh anak anak yang kurang beruntung. " Seumpama ada anak teman saya yang datang kerumah, atau anak yatim yang mampir, ya mereka saya anggap anak saya sendiri. Ra sah di gawe beban ( tidak usah di buat beban ), yang ada ya dimakan bareng bareng, kalau nggak ada ya saya bilang apa adanya" Jelasnya.

Selain itu, walau dengan profesi yang dia jalankan saat ini, dia tidak segan-segan mendidik dirinya untuk tetap menjadi wanita yang patuh pada aturan Allah untuk menutup aurat " Saya putuskan untuk pakai kerudung. Saya kok merasa tenang begitu, nanti kalau orang mau pegang-pegang saya, karena saya pakai kerudung, pasti mereka tidak jadi dan malah akan malu sendiri. ini menjaga saya" Demikian ujarnya

Jika ada yang bertanya, apakah tidak ada profesi yang lain yang bisa dipilih sebagai mana pantasnya wanita? atau apakah suaminya tidak menafkahinya?, Maka garis takdir Bu Sumina menjelaskan bahwa seseorang akan selalu diberi cobaan dari manapun datangnya, termasuk dari suami dan anak. Bu sumina adalah perempuan yang telah menunggu datangnya kehadiran buah hati selama hampir 8 tahun, dan cobaan ke keduanya adalah berasal dari suaminya, yang akhirnya memaksa dia untuk menjadi tulang punggung keluarga." kalau memang bapaknya tidak sanggup membiayai kehidupan sehari- hari,ya memang berat, ya udah ndak papa, saya ikhlas, yang kerja saya" jelasnya

Memang hidup tidak selalunya lurus dan indah, namun hal inilah yang justru mendidiknya menjadi pribadi yang ikhlas dan sabar. "sabar itu tidak berarti ada batasnya, kata orang sabar ada batasnya, tapi kalau buat saya nggak, sekalipun kita ngerasain beratnya hidup kaya' gimana, kita nggak cukup hanya sabar, mungkin harus lebih dari sabar lagi" kata wanita yang bekerja dari pagi jam 7 pagi sampai setengah sembilan malam ini.

Kesabaran itu juga terwujud dari kesederhanaan sikap saat seringkali menerima tuduhan pencurian saat ada suatu barang yang hilang selama memarkirkan kendaraan. " Disabari saja mbak, wong saya ndak tahu sama sekali, demi Allah saya bentuk barangnya saja tidak lihat." katanya sambil sesekali mengingat kejadian yang sering kali menimpanya di area kerja.

Sebuah pelajaran hidup tentang sabar dan ikhlasnya seorang wanita telah diperlihatkan oleh Bu Sumina. Sama sekali tiada keluh kesah saat menggantikan posisi suami dengan memikul tanggung jawab keluarga " Siapa wanita yang mau menjadi seperti saya, pasti ndak ada, tapi ini saya lakukan demi keluarga, saya percaya Allah maha mengasihi. Allah pasti tahu niat saya baik, dan hal yang baik selalu akan dibalas Allah dengan kebaikan" Ungkapnya dengan yakin

(Syahidah/voa-islam.com)


"Kecil-kecil Cabe Rawit" Masih Kecil Jadi Dosen ITB...???

JAKARTA - Apa jadinya jika anak-anak usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) memberi kuliah umum di kampus teknik tertua di Indonesia? Yang pasti, decak kagum dan tepuk tangan dari para peserta kuliah umum di aula timur kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) terus membahana untuk mereka.

Para 'dosen' cilik itu adalah siswa kelas VIII SMPN 48, Bandung, Arrival Dwi Sentosa; siswa kelas VII SMP Alam, Bandung, Muhammad Yahya Harlan; dan siswa SMP Salman Al-Farisi Bandung, Fahma Waluya Rosmansyah.

Ival, demikian Arrival Dwi Sentosa biasa dipanggil, membuat antivirus Artav bersama kakaknya Taufik Aditya Utama. Perangkat lunak buatannya itu diklaim mampu menangani beragam virus lokal maupun yang berasal dari luar negeri. "Artav kini telah diunduh lebih dari 100 ribu pengguna internet di seluruh dunia," ujar Ival, Jumat (11/2/2011).

Prestasi Yahya ialah mengolah dan mengembangkan situs jejaring sosial dalam salingsapa.com yang dia kreasikan. Situs buatannya dilengkapi dengan fitur-fitur Islami seperti Al-Quran, dan forum dakwah Khazanah. "Melalui salingsapa.com saya ingin menunjukkan bahwa situs jejaring sosial juga bisa dimanfaatkan untuk kebaikan," kata Yahya.

Karena keterbatasan server, salingsapa.com baru memiliki 5.500 pengguna dari 52 negara. Dia berharap pengguna situsnya dapat menembus angka 15 ribu orang.

Fahma, dan adiknya Hania, tahun lalu baru saja memenangi ajang Asia Pasifik ICT Award (APICTA) dan Indonesia ICT Awards (INAICTA) 2010 lewat software game edukasi buatan mereka. Game tersebut juga bisa dimainkan sebagai aplikasi di telepon seluler (ponsel). Fahma dan Hania bahkan didampuk menjadi ikon Nokia.

Kuliah umum yang disiarkan langsung oleh salah satu televisi swasta ini dihadiri oleh Rektor ITB Akhmaloka, pengamat telematika Roy Suryo, civitas akademika ITB, pegiat dan pengamat information technology (IT), serta teman-teman sekolah para bocah jenius itu.

Rektor ITB Akhmaloka menyatakan kebanggaan dan apresiasinya atas prestasi para pegiat IT cilik tersebut. "Prestasi mereka membuktikan, anak Indonesia cerdas-cerdas, dan tidak kalah dengan anak-anak dari negara lain," tutur Akhmaloka.

Seperti layaknya kuliah, para dosen dadakan ini memberikan penjelasan mengenai produk IT buatannya, dan menerima pertanyaan dari para peserta kuliah. (OkeZone)


Menjadi Pengusaha yang Sukses Berkualitas?

Bagaimana Menjadi Pengusaha yang Sukses Berkualitas?

Semua pengusaha harus memiliki kualitas berikut:

Dorongan untuk sukses

Pengusaha harus memiliki dorongan untuk sukses dan memperluas bisnis mereka, ambisi dan tidak membiarkan apapun menghalanginya. Kita menentukan sasaran yang tinggi dan selalu menikmati tantangan.

Percaya dengan diri sendiri

Fokus dan memiliki keteguhan untuk mencapai tujuan dan percaya dengan kemauan kita sepanjang waktu. Mindset yang positif merupakan atribut yang sangat penting dimiliki setiap orang yang ingin sukses.

Selalu mencari ide-ide baru

Banyak hal yang terlalu cepat menjadi tua dalam bisnis sehingga penting untuk tetap unggul. Pengusaha sukses tidak akan menghentikan langkah saat mulai maju kedepan, kami selalu menambahkan teknik baru untuk menumbuhkan bisnis.

Menerima perubahan

Jika sesuatu tidak berhasil, kami akan langsung mengubahnya. Penting untuk selalu di baris depan dan terlibat dan sesekali waktu berubah.

Kompetitif secara alami

Satu-satunya cara untuk tetap unggul adalah dengan berkompetisi dengan bisnis sukses lainnya. Pengusaha harus tahu perubahan dan teknologi dan harus mampu berkompetisi.

Motivasi yang tinggi

Pengusaha memiliki motivasi yang sangat tinggi dan banyak energi. Kami terdorong untuk sukses tanpa ada keraguan.

Menerima penolakan dan kritikan

Penolakan dan kritikan adalah kenyataan dalam bisnis, tidak semua orang setuju dengan apa yang Anda lakukan, nyatanya, banyak yang menentangnya! Pengusaha sukses siap dikritik di awal bisnis karena kami tahu jalan yang kami ambil dan kemana arahnya!

Kualitas-kualitas ini mudah untuk digunakan jika struktur bisnis kuat dan tersedianya dukungan.

Semoga sukses.

Sumber: http://EzineArticles.com/?expert=Andrew_D_Fennessy