Photobucket

Artikel Yahoo semakin gak berbobot

Dalam beberapa hari ini melihat artikel di yahoo Indonesia sangat memperihatinkan kenapa? semakin hari tulisan yang di muat semakin tidak berbobot alias berkualitas rendahan. mulai dari tulisan yang mengupas tentang gosip dan aib sampai tentang esek esek. entah di karenakan kurang ide atau memang yang lagi ada di otak cuma sek. padahal banyak usia remaja dan usia anak2 yang memiliki akun di yahoo. bayangkan betapa mudahnya mereka mendapati artikel atau tulisan yang selayaknya di baca orang dewasa.

Seperti sedang berkampaye kemaksiatan. bukan tuduhan tapi selayaknya ini menjadi pertimbangan bagi yahoo indonesia untuk selektif menampilkan tulisan-tulisan mengingat komentar miring mulai berdatangan salah satunya komentar tulisan ini Dia, Rahasia ***, 21 April 2011 "Kemaren artikel yahoo membahas artikel seputar SEKS. Cuma berselang beberapa hari, muncul artikel tentang SEKS. Sorry masbrow, yang masuk ke portal Yahoo khan bukan cuma orang dewasa, tapi anak kecil pun ada. Para blogger yahoo sudah kehabisan bahan artikel? sudah kehabisan ide? atau dikepalanya cuma ada SEKS? Ckk..cckk.....ckkk".

semoga ini menjadi perhatian.


Etika Agung Dalam Berdo'a

JAKARTA - Arrahmah.Com - Mengangkat tangan dalam berdoa merupakan etika yang paling agung dan memiliki keutamaan mulia serta penyebab terkabulnya doa.

Dari Salman Al-Farisi Radhiyallahu 'anhu bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.

"Artinya : Sesungguhnya Rabb kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya (meminta-Nya) dikembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa". [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Doa 2/78 No.1488, Sunan At-Tirmidzi, bab Doa 13/68. Musnad Ahmad 5/438. Dishahihkan Al-Albani, Shahih Sunan Abu Daud].

Syaikh Al-Mubarak Furi berkata bahwa lafazh hayyun berasal dari lafazh haya' yang bermakna malu. Allah memiliki sifat malu yang sesuai dengan keagungan dzat-Nya kita beriman tanpa menggambarkan sifat tersebut. Lafazh kariim yang berarti Maha Memberi tanpa diminta dan dihitung atau Maha Pemurah lagi Maha Memberi yang tidak pernah habis pemberian-Nya, Dia dzat yang Maha Pemurah secara mutlaq. Lafazh an yarudahuma shifron artinya kosong tanpa ada sesuatu. [Mur'atul Mafatih 7/363]

Dari Anas Radhiyalahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak berdoa dengan mengangkat tangan kecuali dalam shalat Istisqa. [Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa' 2/12. Shahih Muslim, kitab Istisqa' 3/24].

Imam Hafizh Ibnu Hajar berkata bahwa hadits tersebut tidak menafikan berdoa dengan mengangkat tangan akan tetapi menafikan sifat dan cara tertentu dalam mengangkat tangan pada saat berdoa, artinya mengangkat tangan dalam doa istisqa' memiliki cara tersendiri mungkin dengan cara mengangkat tangan tinggi-tinggi tidak seperti pada saat doa-doa yang lain yang hanya mengangkat kedua tangan sejajar dengan wajah saja.

Berdoa dengan mengangkat tangan hingga sejajar dengan kedua pundak tidaklah bertentangan dengan hadits di atas sebab beliau pernah berdoa mengangkat tangan hingga kelihatan putih ketiaknya, maka boleh mengangkat tangan dalam berdoa hingga kelihatan ketiaknya, akan tetapi di dalam shalat istisqa dianjurkan lebih dari itu atau mungkin pada shalat istisqa kedua telapak tangan diarahkan ke bumi dan dalam doa selainnya kedua telapak tangan diarahkan ke atas langit.

Imam Al-Mundziri mengatakan bahwa jika seandainya tidak mungkin menyatukan hadits-hadits diatas, maka pendapat yang menyatakan berdoa dengan mengangkat tangan lebih mendekati kebenaran sebab banyak sekali hadits-hadits yang menetapkan mengangkat tangan dalam berdoa, seperti yang telah disebut Imam Al-Mundziri dan Imam An-Nawawi dalam Syarah Muhadzdzab dan Imam Al-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad. Adapun hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari 'Amarah bin Ruwaibah bahwa dia melihat Bisyr bin Marwan mengangkat tangan dalam berdoa, lalu mengingkarinya kemudian berkata : "Saya melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak lebih dari ini sambil mengisyaratkan jari telunjuknya. Imam At-Thabari meriwayatkan dari sebagian salaf bahwa disunnahkan berdoa dengan mengisyaratkan jari telunjuk. Akan tetapi hadits di atas terjadi pada saat khutbah Jum'at dan bukan berarti hadits tersebut menafikan hadits-hadits yang menganjurkan mengangkat tangan dalam berdoa. [Fathul Bari 11/146-147].

Akan tetapi dalam masalah ini terjadi kekeliruan, sebagian orang ada yang berlebihan dan tidak pernah sama sekali mau meninggalkan mengangkat tangan, dan sebagian yang lainnya tidak pernah sama sekali mengangkat tangan kecuali waktu-waktu khusus saja, serta sebagian yang lain di antara keduanya, artinya mengangkat tangan pada waktu berdoa yang memang dianjurkan dan tidak mengangkat tangan pada waktu berdoa yang tidak ada anjurannya. Imam Al-'Izz bin Abdussalam berkata bahwa tidak dianjurkan mengangkat tangan pada waktu membaca doa iftitah atau doa diantara dua sujud. Tidak ada satu haditspun yang shahih yang membenarkan pendapat tersebut.

Begitupula tidak disunahkan mengangkat tangan tatkala membaca doa tasyahud dan tidak dianjurkan berdoa mengangkat tangan kecuali waktu-waktu yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mengangkat tangan. [Fatawa Al-Izz bin Abdussalam hal. 47].

Syaikh Bin Baz berkata bahwa dianjurkan berdoa mengangkat tangan karena demikian itu menjadi penyebab terkabulnya doa, berdasarkan hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia malu kepada hamba-Nya yang mengankat kedua tangannya (meminta-Nya), Dia kembalikan dalam keadaan kosong tidak mendapat apa-apa". [Hadits Riwayat Abu Dawud].

Dan sanda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam.

"Artinya : Sesungguhnya Allah Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman seperti memerintahkan kepada para rasul".

Allah berfirman.

"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar hanya kepada-Nya kamu menyembah". [Al-Baqarah : 172].

Dan firman Allah : "Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan". [Al-Mukminuun : 51]

Kemudian beliau menyebutkan seseorang yang lusuh mengangkat kedua tangannya ke arah langit berdoa : 'Ya Rabi, ya Rabbi tetapi makanannya haram, minumannya haram dan pakaiannya haram serta darah dagingnya tumbuh dari yang haram, bagaimana doanya bisa dikabulkan .?" [Shahih Muslim, kitab Zakat 3/85-86]

Tidak dianjurkan berdoa mengangkat tangan bila Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengangkat kedua tangannya pada waktu berdoa seperti berdoa pada waktu sehabis salam dari shalat, membaca doa di antara dua sujud dan membaca doa sebelum salam dari shalat serta pada waktu berdoa dalam khutbah Jum'at dan Idul fitri, tidak pernah ada hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkat tangan pada waktu waktu tersebut.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah panutan kita dalam segala hal, apa yang ditinggalkan dan apa yang dilaksanakan semuanya suatu yang terbaik buat umatnya, akan tetapi jika dalam khutbah Jum'at khatib membaca doa istisqa', maka dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah Shallallah 'alaihi wa sallam. [Shahih Al-Bukhari, bab Istisqa', bab Jamaah Mengangkat Tangan Bersama Imam 2/21].

Dianjurkan mengangkat tangan dalam berdoa setelah shalat sunnah tetapi lebih baik jangan rutin melakukannya karena Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak rutin melakukan perbuatan tersebut dan seandainya demikian, maka pasti kita menemukan riwayat dari beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam terlebih para sahabat selalu menyampaikan segala tindakan dan ucapan beliau baik dalam keadaan mukim atau safar.

Adapun hadits yang berbunyi :

"Artinya : Shalat adalah ibadah yang membutuhkan khusyu' dan berserah diri, maka angkatlah kedua tanganmu dan ucapkanlah : Ya Rabbi, ya Rabbi". [Hadits Dhaif, Fatawa Muhimmmah hal. 47-49].

Dan tidak dianjurkan mengangkat tangan dalam membaca doa thawaf sebab Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkali-kali melakukan thawaf tidak ada satu riwayatpun yang menjelaskan bahwa beliau berdoa mengangkat tangan pada saat thawaf.

Sesuatu yang terbaik adalah mengikuti ajaran Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dan sesuatu yang terburuk adalah mengikuti perbuatan bid'ah.

Cara Mengangkat Tangan Dalam Berdoa.

Ibnu Abbas berpendapat bahwa cara mengangkat tangan dalam berdoa adalah kedua tangan diangkat hingga sejajar dengan kedua pundak, dan beristighfar berisyarat dengan satu jari, adapun ibtihal (istighasah) dengan mengangkat kedua tangan tinggi-tinggi. [Sunan Abu Daud, bab Witir, bab Doa 2/79 No. 14950. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud].

Imam Al-Qasim bin Muhammad berkata bahwa saya melihat Ibnu Umar berdoa di Al-Qashi dengan mengangkat tangannya hingga sejajar dengan kedua pundaknya dan kedua telapak tangannya dihadapkan ke arah wajahnya. [Dishahihkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/147. Dinisbatkan kepada AL-Bukhari dalam kitab Adabul Mufrad tetapi tidak ada].

Ketahuilah Bahwa Doa Istisqa' Memiliki Dua Cara

Pertama.
Mengangkat kedua tangan dan mengarahkan kedua telapak tangan ke wajah, berdasarkan dari Umair Maula Abi Al-Lahm bahwa dia melihat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa istisqa di Ahjari Zait dekat dengan Zaura' sambil berdiri mengangkat kedua telapak tangannya tidak melebihi di atas kepalanya dan mengarahkan kedua telapak tangan ke arah wajahnya. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 No. 1168. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud 1/226 No. 1035].

Kedua
Mengangkat tagan tinggi-tinggi dan mengarahkan luar telapak tangan ke arah langit dan dalam telapak tangan ke arah bumi. Dari Anas bahwa beliau melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa saat istisqa dengan mengangkat tangan tinggi-tinggi dan mengarahkan telapak tangan sebelah dalam ke arah bumi hingga terlihat putih ketiaknya. [Sunan Abu Daud, kitab Shalat bab Raf'ul Yadain fil Istisqa' 1/303 No. 1168. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Daud 1/226 No. 1035].

[Disalin dari buku Jahalatun nas fid du'a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 61-69 terbitan Darul Haq, penerjemah Zaenal Abidin Lc] (Oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih)


Tips Belajar Algoritma Pemrograman

Cara yang paling baik dalam memahami algoritma adalah dengan berlatih. Di tahap ini orang akan mulai bertanya: saya harus latihan apa? Cobalah berlatih membuat struktur data dasar, misalnya tree, atau linked list.

Ada banyak algoritma dasar yang bisa dipelajari dari sebuah struktur data, misalnya cobalah membuat binary tree. Pertama Anda bisa mencoba melihat buku, tapi setelah itu cobalah dengan menggunakan logika sendiri. Beberapa hal dasar dalam membuat binary tree: menyisipkan elemen tree, menghitung jumlah node daun (leaf node/node yang tidak punya anak), menghapus node, melakukan traversal, dsb. Lalu kemudian Anda bisa membuat pohon biner terurut. Setelah itu Anda bisa mencoba mengaplikasikan pohon biner itu pada masalah nyata, misalnya membuat kompresi dengan algoritma hufman.

Sebagian orang akan merasa bosan berlatih hal-hal seperti ini, tapi hal ini penting. Cobalah lihat para atlit, mereka tetap melakukan latihan dasar setiap hari. Lihatlah jumlah waktu yang dihabiskan para musisi untuk berlatih. Waktu kita belajar matematika, ratusan soal penjumlahan dan perkalian sederhana diberikan pada kita sampai kita bisa melakukannya tanpa berpikir. Saya sudah belajar memprogram sejak SMP (otodidak), tapi saya baru merasa mulai bisa memahami banyak algoritma setelah saya “dipaksa” berlatih dengan puluhan tugas selama kuliah. Untuk Anda yang ingin belajar sendiri, coba disiplinkan diri berlatih.

Anda juga bisa memulai dari membuat program sederhana, membuat solusinya, lalu berusaha memperbaikinya. Misalnya membuat sebuah kamus. Bagaimana struktur data yang efisien untuk kamus, bagaimana jika memori terbatas (misalnya Anda ingin memprogram untuk PDA atau komputer lama). agar bisa lebih merasakan cepatnya atau lambatnya sebuah algoritma, Anda bisa menggunakan komputer yang lebih lambat, atau programlah PDA/ponsel. Selain itu Anda bisa mencoba meningkatkan jumlah data yang diproses. Jika Anda membuat aplikasi web, coba simulasikan ribuan user login pada waktu yang bersamaan.

Jika Anda berhasil menyelesaikan sesuatu, cobalah menyelesaikan masalah itu lagi dengan cara yang lebih baik. Coba pahami penggunaan “profiler”. Profiler adalah program yang bisa menunjukkan berapa lama bagian suatu program dieksekusi. Anda akan bisa menemukan bagian program yang paling lambat dengan menggunakan profiler. Mungkin Anda akan berpikir: ah beda 2 detik saja tidak perlu dioptimasi. Untuk memotivasi Anda, coba pikirkan berapa kali program itu akan dieksekusi, dan oleh berapa ribu orang program itu akan digunakan. Hasilnya Anda bisa menghemat waktu bertahun-tahun. Atau kalau menurut legenda Steve Jobs “Well, let’s say you can shave 10 seconds off of the boot time. Multiply that by five million users and thats 50 million seconds, every single day. Over a year, that’s probably dozens of lifetimes. So if you make it boot ten seconds faster, you’ve saved a dozen lives. That’s really worth it, don’t you think?” Sumber: Folklore.org

Masih belum punya ide juga? cobalah , di situ ada banyak persoalan yang bisa Anda coba. Persoalan yang ada di situ bisa Anda gunakan untuk melatih diri Anda. Kalau saya sendiri dulu lebih suka membuat game. Dalam membuat game kita dipaksa belajar berbagai algoritma dasar.

Beberapa orang juga bertanya: saya sebaiknya berlatih menggunakan bahasa apa. Jika Anda benar-benar sekedar berlatih, cobalah bahasa C. Bahasa ini sangat dekat dengan mesin, jadi Anda akan benar-benar memikirkan alokasi memori, dealokasi memori, dsb. Di bahasa yang menggunakan garbage collector (Java, C# dsb), Anda kadang akan melupakan faktor alokasi dan dealokasi memori. Bahasa C juga sudah terbukti ada berpuluh-puluh tahun. Bandingkan dengan berbagai bahasa yang sempat sangat populer seperti Visual Basic (yang bukan .NET), Clipper (bahasa untuk dBase) atau Perl. Bahasa-bahasa yang saya sebutkan tadi belum mati, tapi coba bandingkan masa kejayaannya dulu dengan sekarang. Anda juga bisa belajar C++ jika Anda suka konsep objek, tapi berhati-hatilah karena C++ merupakan bahasa yang lebih rumit dari C. Jika Anda perhatikan, program-program yang membutuhkan efisiensi tinggi masih ditulis dalam C, misalnya sistem operasi Linux, decoder gambar (jpeg, png), audio dan video (lame, ffmpeg).

Jika Anda tidak ingin belajar algoritma sampai level yang sangat detail, Anda bisa belajar menggunakan Java dan C#, kedua bahasa tersebut sifatnya terbuka, dan memiliki spesifikasi yang cukup jelas. Saya cukup yakin kedua bahasa tersebut akan bertahan cukup lama di pasaran. Kelemahan bahasa seperti PHP dan Ruby adalah meskipun sifatnya terbuka, spesifikasi bahasanya tidak ada, sehingga bahasanya berubah sangat cepat. Bahasa Python meski tidak memiliki spesifikasi, designnya cukup sederhana, dan didukung beberapa perusahaan besar (misalnya Google), dan digunakan sebagai bahasa pengantar pemrograman di MIT. Bahasa Pascal juga bagus untuk belajar, meski secara komersial kurang banyak dipakai sejak popularitas Delphi menurun.

Jika pembelajaran dilakukan sambil membuat aplikasi, Anda bisa menggunakan bahasa manapun juga. Jangan khawatir masalah bahasa, karena ilmu Anda akan tetap bisa digunakan ketika beralih ke bahasa lain.